Kamis, 20 Oktober 2011

MENGHADAPI PRIA

oleh : Novalia.H.


Pria, setidaknya bagi wanita yang kurang berpengalaman, dianggap makhluk yang sulit. Umumnya, pria berusia 30-an keatas jauh lebih sulit untuk dipahami ketimbang pria dibawah usia 30 tahun. Umumnya kaum wanita tidak memahami peringkat dasar untuk mengendalikan pria. Tidak semua pria itu sama mudahnya; atau sama sulitnya, untuk dikendalikan. Asal saja diketahui, bahwa pria yang normal pada umumnya mempunyai jiwa aristokrat atau feodal. Jika kunci pokok ini sudah anda pegang, berbagai pintu masuk untuk merogoh sukma pria sudah dapat dilaksanakan. Malah dengan amat mudah. Bahwa pria mempunyai sifat alamiah aristokrat atau feodal itu, memang justru menjadi penghalang apabila wanita menghendaki penghapusan watak alamiah mereka itu.
Kelemahan pria terhadap wanita
Tidak ada seorang pria pun, termasuk yang paling setia, yang tidak punya kelemahan terhadap godaan wanita. Ini tidak berarti, setiap pria akan dengan mudah terperosok kekancah godaan kaum wanita diluar diri anda. Bila seorang pria diduga tergoda dengan wanita lain, yang paling baik anda mempertanyakan diri, apakah anda sudah “benar-benar wanita”. Betapapun, seorang pria, dari kalangan manapun juga, menghendaki wanita adalah feminim. Jika anda wanita, sifat feminim itu ada pada diri anda. Jangan sampai sifat itu lenyap dari pribadi anda, sebab jika tidak, pria yang anda cintai akan mencari sifat-sifat feminim pada wanita lain, jika ini terjadi, maka jangan disalahkan pada wanita lain atau kepada pria yang anda cintai. Sifat feminim pada kaum wanita adalah, pada garis besarnya : anda harus dapat menjadi kekasih sekaligus ibu sekaligus teman, tetapi anda pun harus menjadi stimulator seksual bagi pria anda. Empat hal ini seluruhnya merupakan jalur ferminitas yang tak dapat ditawar-tawar. Jika pria anda kebetulan menyeleweng dalam bidang seks, mungkin anda pernah “lupa” sebagai wadah stimulator seks untuk pria anda.
Pria butuh imajinasi
Mengapa dalam perabadan tiongkok kuno, ada sisi buruk dimana kaum prianya menghisap madat ? kaum pria lebih dengan imajinasi ketimbang kaum wanita. Wanita lebih cenderung pada hal-hal yang konkrit. Karena pria tiongkok kuno kehilangan sarana imajinasinya, yang diharapkan dia diterima dari kaum wanitanya, maka mereka membudayakan menghisap madat.
Inilah tugas anda sebagai wanita untuk mengendalikan pria. Jangan beri kesempatan pria-pria anda mencari imajinasi diluar diri anda, seperti dengan wanita lain, aatu keduania narkotika. Anda bertugas mengorek apa yang menjadi khayal pria anda, cita-citanya yang belum terurai dan terlaksana. Berabad-abad pengertian “wanita adalah makhluk lemah” sudah membuat citra wanita menjadi makhluk pasif. Padahal, dengan cara melibatkan diri dalam iamjinasi-imajinasi pria anda, anda sudah aktif menyalurkan sesuatu yang “sendiri” menjadi “bersama”.
Pria adalah spekulator
Ditilik dari organ-organ syaraf serat kebiasaannya, maka kaum pria umumnyamenyukai spekulasi-spekulasi. Hal ini sedikit terdapat pada diri wanita. Wanita menghendaki hal-hal yang nyata, sedangkan spekulasi masih merupakan untung-untungan. Pergilah anda ketempat judi. Periksalah tempat-tempat pengisi kartu undian itu umumnya kaum pria. Apakah anda dapat mengendalikan pria dari kesukaan mengadu untung ini ? semua ini sebenarnya datang dari jiwa yang tidak tenteram. Jika pria anda kebetulan terlibat dalam penyakit spekulasi ini, anda ajaklah dia, dengan karakteristik feminim anda, agar dia jangan menghabiskan tenaga dan waktu untuk suatu pekerjaan yang belum jelas manfaatnya. Bisa jadi, pria anda menjadi spekulator gara-gara ulah anda sendiri. Berilah pengertian, bahwa nasib bukanlah judi, tetapi usaha rasional dan logis untuk mendapat dan mecapai sesuatu. Jika anda selalu “merongrong” pria anda, itu menumbuhkan watak spekulator pria anda, dan yang akan merugi adalah anda sendiri.

Pria cepat putus asa
Penyelidikan lewat beberapa terapi psikiatrik membuktikan bahwa pasien-pasien putus asa umumnya adalah kaum pria. Ternyata, rasa putus asa ini terdapat pada pria yang sudah punya pasangan atau istri. Besar kemungkinan, penyebabnya anda. Bila dikaji secara sosial, maka rumah-rumah yang menyediakan tempat minum-minum adalah wadah bagi mereka  yang mengalami putus asa. Kenapa mereka harus mabuk-mabukan ? sederhana saja jawabnya: mereka ingin melupakan kegagalan-kegagalan mereka pada hari itu, atau tumpukan hari-hari kegagalan, yang dilampiaskan lewat minuman keras. Memang, dari interfiew atas diri beberapa pemabuk akan ditemukan fakta, bahwa setiap pemabuk  ingin meninggalkan kegagalanya dengan jalan pintas meminum minuman keras. Jadi, dalam hal anda ingin mengendalikan pria anda, apakah anda dapat menjadi “tempat bermabuk-mabukan” pria anda ? dapat. Telah dikatakan, pria-pria pemabuk adalah mereka yang kebetulan sudah punya pasangan hidup. Anda harus selalu menyiasati kapan pria anda mengalami kegagalan. Anda harus menjadi tempat dia mencurahkan kegagalan mereka sebelum mereka terjun ke “rumah minum”.
Pria umumnya korup
Mengapa pria disebut berjiwa korup ? soalnya sederhana saja. Kembali pada pengetahuan modern yang menyatakan bahwa pria berjiwa aristokrat dan feodal, maka dalam diri pria ada sifat-sifat superior. Tak sedikit pria-pria yang melakukan “korupsi” dihadapan wanitanya atau istrinya, dan tidak berterus terang mengenai penghasilannya sejujurnya. Ini bermula ketika anda pertama kali menjadi patner pria nada sendiri. Anda telah merampas sifat superioritasnya yang alamiah itu, melahan memungkinkan anda cenderung merampas begitu banyakhak otoritasnya sebagai pendampign anda.
Andai kata anda dari awal sudah mengajaknya bersifat “terbuka” kepada pria anda, termasuk soal uang dan penghasilan maka kemungkinan jiwa korup pada diri anda tak pernah menyusahkan anda. Celakanya, pria semacam ini jika mendapatkan “lawan” yang “tepat”, yaitu wanita yang mampu merogoh sukma pria nada. Sampai dia terbuka akan segala-galanya. Tak sedikit suami-suami dinegara berkembang yang secara sembunyi-sembunyi memberikan uang kepada ayah dan bundanya. Sikap demikian ini sudah suatu korupsi dalam retionship. Dikehendaki, dalam hubungan pria dan wanita, ada sebuah manajemen terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar