Pendidikan seks atau sex education ssudah seharusnya diberikan kepada anak-anak yang sudah beranjak dewasa atau remaja, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Ini penting untuk mencegah biasnya pendidikan seks maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dikalangan remaja.
Di Indonesia masih sering timbul pro kontra di masyarakat. Penyebabnya karena masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa membicarakan seks adalah hal yang tabu dan pendidikan seks akan mendorong remaja untuk berhubungan seks. Sebagian besar masyarakat masih berpandangan streotype dengan pendidikan seks seolah sebagai suatu hal yang vulgar.
Padahal seks itu bukanlah sesuatu yang vulgar. Karena secara harfiah seks itu artinya jenis kelamin yang membedakan cowok dan cewek secara biologis. Seksualitas menyangkut beberapa hal antara lain dimensi biologis, yaitu berkaitan dengan organ reproduksi, cara merawat kebersihan dan kesehatan, dimensi psikologis, seksualitas berkaitan dengan identitas peran jenis, perasaan terhadap seksualitas dan bagaimana menjalankan fungsinya sebagai makhluk seksual, dimensi sosial, berkaitan dengan bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar manusia serta bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembentukan pandangan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks, dan dimensi kultural, menunjukan bahwa perilaku seks itu merupakan bagian dari budaya yang ada dimasyarakat.
Ada dua faktor mengapa pendidikan seks sangat penting bagi remaja. Faktor pertama adalah dimana anak-anak tumbuh menjadi remaja, merekabelum paham dengan pendidikan seks, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu. Sehingga dari ketidak fahaman tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.
faktor kedua, dari ketidak fahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, dilingkungan sosial masyarakat, hal lain ditawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain, VCD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat ini sidah mengarah kepada hal yang seperti itu.
faktor kedua, dari ketidak fahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka, dilingkungan sosial masyarakat, hal lain ditawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, antara lain, VCD, majalah, internet, bahkan tayangan televisi pun saat ini sidah mengarah kepada hal yang seperti itu.
Ketika kita berbicara mengenai sex education, tidak hanya mengenai organ tubuh reproduksi saja, tetapi banyak hal yang harus kita pelajari antara lain ekonomi, sosial budaya, bahkan politik.
Tidak dapat dipungkiri, kalau berbicara tentang seks dimana saja adalh topik yang seru. Bagaimana seru nya kalau seks dijadikan topik yang dibahas tuntas disekolah ? tentunya penuh kejutan tapi banyak juga nilai edukasinya.
Masa puber (13 thn keatas) adalah masa dimana mereka mencari jati diri dan arti dari kehidupan. Pada masa-masa ini pula remaja memiliki rasa ingin tahu yan begitu besar. Dapat dibilang rasa ingin tahu yang besar, semakin dilarang, semakin penasaran, dan akhirnya mereka berani mengambil resiko tanpa pertimbangan terlebih dahulu.
Kita ambil contoh, dalam benak mereka mungkin muncul pendapat bahwa, kalau pacaran gak pernah ciuman gak sah. Makanya pada usia pacaran atau cinta monyet mereka nggak malu-malu dan nggak canggung lagi buat ciuman, tanpa tahu maksud dari ciuman itu sendiri. Dan begitu tahu enaknya ciuman, mereka malah melangkah melakukan hal-hal yang belum pantas untuk dilakukan. Mereka tidak sadar dari rasa yang enak tadi, akan muncul masalah baru yang dapat merusak masa depan mereka.
Ada beberapa sekolah yang sudah memberikan pelajaran tentang sex education yang disispkan ke dalam pelajaran biologi, agama dan bimbingan konseling. Namun, hanya dapat bekal dari sekolah tentu tidak cukup.
Dalam pergaulan sekarang, kalau cewek masih virgin, nggak gaul. Akhirnya, karena ketidaktahuannya banyak yang merelakan mahkotanya hanya karena empat huruf tadi “gaul”, terus juga gak kepikiran ngelakukan hubungan suami istri diluar nikah bisa menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar